Senin, 13 Juli 2020

SOSIALISASI BAHAN AJAR PAI

SOSIALISASI BAHAN AJAR PAI

TAHUN PELAJARAN 2020/2021


 Assalamu'alaikum Wr.Wb!

Anak-anaku, demi lancarnya proses belajar mengajar kita, mohon disimak dan dicermati sosialisasi bahan ajar PAI tahun pelajaran 2021 / 2021 yang saya sampaikan lewat video ini. Saya berharap proses belajar mengajar yang akan kita lalui bersama ini berjalan lancar, berkah senantiasa mendapatkan lindungan Allah. SWT sehingga apa yang kalian cita-citakan tercapai. Sukses dunia Akherat! Aamiin!

Wassalamu'alaikum Wr.Wb!

IMAN KEPADA KITAB

MEDIA 

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

KELAS 8

MODEL DARING



Kamis, 15 Februari 2018

MARI BELAJAR BAHASA ARAB

Mempelajari bahasa Arab pada hakekatnya mempunyai kepentingan ganda. Pertama, penting bagi mereka yang ingin memperoleh kemudahan dalam usahanya mencari nafkah (keduniaan). Kedua, dalam kaitannya menjalankan perintah agama dengan sempurna. 

Yang kedua ini justru teramat penting bagi umat islam mengingat kenyataanya ada sejumlah kewajiban syariat agama yang hanya bisa dipenuhi secara sempurna apabila kita memahami bahasa Arab. Contohnya Shalat, ia merupakan perintah Allah yang hukumnya wajib. 

Jika kita ingin menguasai tentunya kita harus mempelajarinya. Oleh karena itu, pada postingan kali ini saya akan memperkenalkan bahasa Arab tingkat pemula dalam bentuk video tutorial. Tentu saja ini hanya pendahuluan dan perkenalan sehingga jika ingin lebih mendalami diperlukan pertemuan-pertemuan berikutnya. Namun demikian, saya berharap mudah-mudahan video ini akan memotivasi Anda untuk belajar bahasa Arab.

SILAHKAN KLIK LINK BERIKUT UNTUK MENYIMAKNYA!







Demikianlah perkenalan bahasa Arab untuk tingkat pemula, mudah-mudahan bermanfaat dan memotivasi Anda untuk belajar bahasa Arab!

Sabtu, 27 Januari 2018

TASAMUH KEHIDUPAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH


Toleransi dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tasamuh. Secara bahasa toleransi berarti tenggang rasa. Secara istilah, toleransi adalah sikap menghargaidan menghormati perbedaan
antarsesama manusia. Allah Swt.menciptakan manusia berbeda
satu sama lain. Perbedaan tersebut bisa menjadi kekuatan jika dipandang secara positif. Sebaliknya, perbedaan bisa
memicu konflik jika dipandang secara negatif.

Jika kita memperhatikan salah satu unsur bangunan, misalnya tembok, maka tembok itu terdiri dari beberapa bagian: batu bata, besi, semen, danpasir. Jika masing-masing bagian itu berdiri sendiri tanpa ada persatuandan keterkaitan maka tidak akan mempunyaikekuatan.  Setelah bagianbagian itu dipersatukan, dicampur dengan air, dan disusun rapi, maka ia menjadi satu bangunan yang kokoh. Ini semua menggambarkan bahwa perbedaan merupakan sumber kekuatan apabila bersatu dan bekerja sama. Oleh karena itu Islam mengajarkan untuk menghargai dan menghormati perbedaan. Apabila umat Islam tidak bersatu, maka kekuatan Islam akan lemah dan mudah goyah. Hal ini akan semakin parah jika umat Islam bersikap intoleransi, saling bermusuhan, dan saling bertengkar. Toleransi dalam Islam mencakup dua hal yaitu toleransi antarsesama muslim dan toleransi kepada nonmuslim. Toleransi antarsesama muslim berarti menghargai dan menghormati perbedaan pendapat yang ada dalam ajaran agama
Islam. Misalnya, perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat salat tarawih. Sebagian umat Islam melaksanakan salat tarawih delapan rakaat ditambah tiga rakaat salat witir, sebagian yang lain melaksanakan dua puluh rakaat ditambah tiga rakaat salat witir. Kedua pendapat ini harus dihargai dan dihormati karena masing-masing memiliki dasar masingmasing. BELUM SELESAI BARU PERCOBAAN .

Ayah bukan galak 2

Bukan ayah yang Galak 
oleh suharyanta

Bukan Ayah yang Galak “Aa, Abang, Kaka. Masuk kamar!” suara Ayah tegas dengan nada dan volume cukup tinggi namun bermimik wajah lembut. Ada apa gerangan? Ayah hampir tidak pernah sekeras ini saat berbicara. Kami bertiga masuk ke kamar, menuruti perintah Ayah dengan kepala tertunduk. Peluh masih membasahi sekujur punggung, kami baru pulang bermain bola di kampung sebelah saat adzan Isya telah berkumandang. Memang kami terlalu larut bermain. Kamar itu sebenarnya sebuah garasi yang disulap menjadi tempat tidur bersama dan ruang serbaguna dengan penerangan lampu seadanya. Aa bersila diantara aku dan Kaka yang juga ikut bersila. Kami sering disebut ‘Tiga Serangkai’ oleh tetangga karena selalu bertiga kemana-mana. Ayah pun bersila di hadapan kami. Wajahnya mempertontonkan kekecewaan yang semakin membuat kami ciut. “Kenapa pulang selarut ini?” Ayah mulai menginterogasi kami. Aa sebagai kakak lelaki pertama memposisikan diri sebagai juru bicara dan mulai berkilah panjang tentang alasan kenapa pulang larut malam. Mulai dari sendal Kaka yang hilang sebelah karena dijahili anak kampung sebelah hingga diajak main Playstation setelah main bola oleh Dodi, tetangga sekaligus teman karib kami bertiga. “Sudah shalat maghrib?” Sebuah pertanyaan yang mencekat. Aa diam membeku. Apalagi aku, Apalagi Kaka yang paling muda. Kami betul-betul lupa waktu saat itu. Hanya menundukkan kepala yang bisa kami lakukan. Mungkin karena ini wajah ayah begitu kecewa. "Bu, tolong matikan lampu”, suara Ayah lembut kepada Ibu. Ibu yang semenjak awal ternyata mendengarkan di balik pintu kemudian masuk dan mematikan lampu lalu duduk di samping Ayah. Kamar seketika gelap gulita. “Apa yang bisa kamu lihat sekarang?” Hening. "Semua gelap. Lihat sekeliling kamu, hanya ada hitam. Tapi ulurkan tanganmu ke kanan dan ke kiri. Kamu akan merasakan genggaman tangan saudaramu dan Ayah Ibu.” Kami saling menggenggam. “Tapi tidak lagi saat nanti di alam kubur. Karena kamu akan sendirian dalam kegelapan. Tidak ada saudaramu. Tidak ada Ayah Ibu. Hanya sendiri. Sendiri dalam kegelapan dan kesunyian.” Aku tercekat. Semua terdiam. Genggaman tangan di kanan kiriku mengerat. Lalu terdengar suara korek api kayu dinyalakan, sesaat tergambar wajah Ayah, Ibu, Aa, dan Kaka akibat kilatan cahaya api pada korek yang dinyalakan Ayah. Semua berwajah sendu. Korek itu membakar sebuah benda yang menghasilkan bara berbau menyengat. Bau obat nyamuk. "Siapa yang berani menyentuh bara ini?” suara Ayah masih mendominasi. Semua diam. Masih diam. “Ini hanya bara. Bukan api neraka yang panasnya jutaan kali lipat api dunia. Maka masihkah kita berani meninggalkan shalat? Shalat yang akan menyelamatkan kita dari gelapnya alam kubur dan api neraka.” Terdengar suara isak tangis perempuan. Itu Ibu. Genggaman kami semua semakin menguat. "Tolong Ayah. Tolong Ibu. Ayah Ibu akan terbakar api neraka jika membiarkan kamu lalai dalam shalat. Aa, usiamu 14 tahun, paling dewasa di antara semua lelaki. Abang, 12 tahun. Kaka, 10 tahun. Bahkan Rasul memerintahkan untuk memukul jika meninggalkan shalat di usia 10 tahun. Apa Ayah perlu memukul kamu?” Suara isak tangis mulai terdengar dari hidung kami bertiga. Takut. Itu yang kurasakan. Kami semua saling mendekat. Mendekap, bukan lagi menggenggam. “Berjanjilah untuk tidak lagi meninggalkan shalat. Apapun keadaannya. Sekarang kita shalat Isya berjamaah. Dan kamu bertiga mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” ***** Anak anda mulai berumur 7 tahun? Belajarlah 'Tega'. Ilustrasi di atas akan menguatkan semangat kita untuk mengikis habis yang menjadi penghambat/ujian dalam menjaga fitrah keimanannya. Semoga bermanfaat. 

Minggu, 16 Juli 2017

KEDUDUKAN ILMU MENURUT ISLAM

Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab علم, masdar dari عَـلِمَ – يَـعْـلَمُ yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge.
Pengertian ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu.
Dari pengertian di atas nampak bahwa ilmu memang mengandung arti pengetahuan, tapi pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis atau menurut Moh. Hatta (1954 : 5), “pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut ilmu”.
Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam, hal ini terlihat dari banyaknya ayat Al-Qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulia disamping hadist-hadist nabi yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu.
Didalam Al Qur’an , kata ilmu dan kata-kata jadiannya di gunakan lebih dari 780 kali, ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari Al-Qur’an sangat kental dengan nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu, sehingga dapat menjadi ciri penting dari agama Islam sebagaimana dikemukakan oleh Dr. Mahadi Ghulsyani sebagai berikut :
“Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains), Al-Qur’an dan As-Sunnah mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan Ilmu dan kearifan, serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat tinggi.
Allah Subhannawata’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya : “Allah meninggikan beberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan). dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Ayat di atas dengan jelas menunjukkan bahwa orang yang beriman dan berilmu akan menjadi memperoleh kedudukan yang tinggi. Keimanan yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong untuk menuntut ilmu, dan ilmu yang dimiliki seseorang akan membuat dia sadar betapa kecilnya manusia dihadapan Allah, sehingga akan tumbuh rasa kepada Allah bila melakukan hal-hal yang dilarangnya, hal ini sejalan dengan firman Allah : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambanya hanyalah ulama (orang berilmu)”.
Disamping ayat-ayat Al-Qur’an yang memposisikan ilmu dan orang berilmu sangat istimewa, Al-Qur’an juga mendorong umat Islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu. Dalam hubungan inilah konsep membaca, sebagai salah satu wahana menambah ilmu menjadi sangat penting, dan Islam telah sejak awal menekankan pentingnya membaca, sebagaimana terlihat dari firman Allah yang pertama diturunkan yaitu surat Al-Alaq yang artinya : “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan kamu dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui”.
Ayat-ayat tersebut, jelas merupakan sumber motivasi bagi umat Islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu, untuk terus membaca, sehingga posisi yang tinggi dihadapan Allah akan tetap terjaga, yang berarti juga rasa takut kepada Allah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk melakukan amal shaleh, dengan demikian nampak bahwa keimanan yang dibarengi dengan ilmu akan membuahkan amal ,sehingga Nurcholis Madjid menyebutkan bahwa keimanan dan amal perbuatan membentuk segi tiga pola hidup yang kukuh ini seolah menengahi antara iman dan amal.
Di samping ayat-ayat Al-Qur’an, banyak juga hadist yang memberikan dorongan kuat untuk menuntut Ilmu antara lain hadist berikut :
“Carilah ilmu walau sampai ke negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (hadist riwayat Baihaqi).
Carilah ilmu walau sampai ke negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya malaikat akan meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena rela atas apa yang dia tuntut“ (hadist riwayat Ibnu Abdil Bar).
Dari hadist tersebut di atas, semakin jelas komitmen ajaran Islam pada ilmu, dimana menuntut ilmu menduduki posisi fardhu (wajib) bagi umat Islam tanpa mengenal batas wilayah.
3. Klasifikasi ilmu menurut ulama Islam
Dengan melihat uraian sebelumnya, nampak jelas bagaimana kedudukan ilmu dalam ajaran Islam. Al-Qur’an telah mengajarkan bahwa ilmu dan para ulama menempati kedudukan yang sangat terhormat, sementara hadist nabi menunjukan bahwa menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim.
Dari sini timbul permasalahan apakah segala macam ilmu yang harus dituntut oleh setiap muslim dengan hukum wajib (fardhu), atau hanya ilmu tertentu saja? Hal ini mengemuka mengingat sangat luasnya spesifikasi ilmu dewasa ini. Pertanyaan tersebut diatas nampaknya telah mendorong para ulama untuk melakukan pengelompokan (klasifikasi) ilmu menurut sudut pandang masing-masing, meskipun prinsip dasarnya sama, bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.
Syech Zarnuji dalam kitab Ta’limu al-Muta‘alim ketika menjelaskan hadist bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim menyatakan : Ketahuilah bahwa sesungguhya tidak wajib bagi setiap muslim dan muslimah menuntut segala ilmu, tetapi yang diwajibkan adalah menuntut ilmu perbuatan (‘ilmu al-hal) sebagaimana diungkapkan, sebaik-baik ilmu adalah ilmu perbuatan dan sebagus-bagus amal adalah menjaga perbuatan.
Kewajiban manusia adalah beribadah kepada Allah, maka wajib bagi manusia (muslim, muslimah) untuk menuntut ilmu yang terkaitkan dengan tata cara tersebut, seperti kewajiban shalat, puasa, zakat, dan haji, mengakibatkan wajibnya menuntut ilmu tentang hal-hal tersebut. Demikianlah nampaknya semangat pernyataan Syech Zarnuji, akan tetapi sangat disayangkan bahwa beliau tidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu selain ilmu hal tersebut lebih jauh di dalam kitabnya.
Sementara itu Al Ghazali di dalam Kitabnya Ihya Ulumudin mengklasifikasikan ilmu dalam dua kelompok yaitu, 1) Ilmu Fardu a’in ; 2) Ilmu Fardu Kifayah, kemudian beliau menyatakan pengertian ilmu-ilmu tersebut sebagai berikut :
Ilmu fardu a’in, ilmu tentang cara amal perbuatan yang wajib, maka orang yang mengetahui ilmu yang wajib dan waktu wajibnya, berartilah dia sudah mengetahui ilmu fardu a’in. Ilmu fardu kifayah ialah tiap-tiap ilmu yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakan urusan duniawi.
Lebih jauh, Al Ghazali menjelaskan bahwa yang termasuk ilmu fardu a’in ialah ilmu agama dengan segala cabangnya, seperti yang tercakup dalam rukun Islam, sementara itu yang termasuk dalam ilmu (yang menuntutnya) fardhu kifayah antara lain ilmu kedokteran, ilmu berhitung untuk jual beli, ilmu pertanian, ilmu politik, bahkan ilmu menjahit, yang pada dasarnya ilmu-ilmu yang dapat membantu dan penting bagi usaha untuk menegakkan urusan dunia.
Dengan demikian pengertian ilmu serta kedudukan dan klasifikasi dari pendapat para pakar dalam bidangnya. Dan di ambil dari beberapa sumber. Semoga bisa menambah wawasan dunia Islam kita.
Sumber : www.duniaislam.org